Tips Desain Interior Rumah Minimalis

Rumah adalah tempat di mana kita mengawali hari dan mengakhiri hari, perlu perhatian khusus tentunya agar ketika kita yang sehari-hari sibuk dengan urusan di luar rumah ketika pulang dapat menjadikan rumah sebagai tempat istirahat yang sangat nyaman. Berikut Jepara interior akan memberikan tips mendesain rumah dengan tema desain minimalis:

  • Penentuan tema untuk ruangan anda

Tahap pertama adalah menentukan tema untuk rumah anda, ketika anda memiliki sebuah rumah pasti anda memiliki bayangan atau gagasan mau dijadikan seperti apa rumah yang akan anda huni, misal tema pewarnaan atau jenis furniture yang akan anda terapkan.

  • Pemilihan furniture yang fungsional dan efisien

Penting sekali untuk pemilihan furniture yang fungsional dan efisisen anda bisa membaca tips memilih furniture yang baik dari kami.

  • Singkirkan benda yang kurang fungsional

Dikarenakan tema desain rumah adalah desain rumah minimalis yang identik dengan ruang yang tidak terlalu besar, maka perlu perhatian khusus ketika anda akan mengaplikasikan sebuah benda dalam ruangan anda.

  • Pemilihan furniture yang indah

Tidak hanya aspek fungsional dan efisien yang harus anda perhatikan tapi juga dari segi keindahan juga anda harus perhatikan, rungan juga tidak memerlukan terlalu banyak hiasan.

  • Pewarnaan dengan warna yang cerah dan lembut

Ada bagusnya ketika anda mewarnai ruangan rumah anda menggunakan warna yang cerah dan lembut tapi tidak terlalu mencolok, hal ini dimaksudkan untuk ketika pengaplikasian warna yang cukup cerah akan menjadikan ruangan anda berkesan lebih luas.

  • Perhatian khusus pada segi pencahayaan dan ventilasi

Jangan sampai ruangan anda yang didesain sangat indah terlihat gelap dan kekurangan ventilasi udara tidak menjadikan ruangan nyaman malah gelap dan pengap karena kekurangan sirkulasi udara.

Nah itulah beberapa tips tentang mendisain interior rumah minimalis dari Jepara Interior, semoga bermanfaat untuk anda.

Tips Merancang Desain Interior Klasik Modern

Rumah dengan tampilan mewah dan anggun pasti menjadi impian banyak orang, termasuk kamu yang sedang membaca artikel ini. Untuk mewujudkannya, kamu perlu mempertimbangkan untuk menggunakan gaya atau desain interior klasik modern di dalam rumah kamu.

Desain interior bergaya klasik modern menggabungkan gaya klasik mewah dan modern sehingga dapat dipastikan bakal membuat rumah kamu memiliki tampilan indah, mewah, dan modern. Berikut ini kami berikan beberapa tips untuk mendapatkan tampilkan rumah dengan desain interior klasik modern.

1. Perhatikan detil

Rumah dengan desain klasik biasanya dikenal dengan detil yang banyak dan khusus sehingga memberikan tampilan yang tertata dan rapi. Sementara itu, gaya desain modern kerap kali tampil lebih sederhana dengan detil yang tidak terlalu banyak.

Untuk rumah dengan desain interior klasik modern, kamu mungkin bisa mencoba membuat detil yang tidak terlalu rumit seperti lis tumpuk dengan motif lurus untuk plafon dan lemari kamu.

Kamu harus hindari pemilihan detil yang memberikan kesan kuno dan rumit. Untuk bisa menampilkan desain interior klasik modern, kamu disarankan memilih detail yang lebih sederhana seperti penggunaan lapisan penutup sofa satu warna, tetapi dengan lining beda warna.

2. Perhatikan perabotan dan warna

Rumah dengan desain klasik biasanya identik dengan perabotan bermaterial kayu solid, baik untuk meja, kursi, dan lemari. Jika kamu berpikir kayu adalah material untuk perabotan murah maka kamu salah besar karena kayu yang natural dan solid justru memberikan tampilan dan suasana mewah serta berkelas.

Sementara untuk warna, desain interior klasik biasanya menggunakan warna alam seperti cokelat dan warna tanah. Hal itu pun berlaku untuk desain interior modern. Selain itu, tambahan warna hitam sebagai aksen juga menjadi unsur penting guna menciptakan kesan kuat dan kokoh serta memperkuat tampilan objek di dalam ruangan.

Tak hanya itu, warna gelap yang kamu gunakan untuk desain interior klasik dan modern juga bisa membuat ruangan tampil lebih ‘mahal’ dan misterius.

3. Perhatikan penggunaan cermin

Cermin merupakan aksesoris dalam ruangan yang bisa mendukung desain interior klasik modern. Penggunaannya pun sangat krusial di dalam rumah dengan desain interior tersebut. Keberadaan cermin mampu memunculkan tampilan berkilau yang menjadi ciri dari hunian berdesain interior klasik modern.

Tampilan berkilau tersebut bisa diciptakan dengan penggunaan material yang memantulkan cahaya dan kemudian dipadukan dengan cermin serta sinar matahari yang melimpah di dalam ruangan. Dengan begitu, interior rumah akan terlihat lebih cerah dan mewah.

4. Perhatikan Aksesori

Aksesori di dalam ruangan menjadi satu hal yang juga perlu kamu perhatikan. Serupa dengan detil, aksesori juga merupakan elemen penting untuk menciptakan kesan mewah dalam desain klasik modern. Beberapa aksesori seperti lampu chandelier, lampu gantung dari kristal, lukisan dengan bingkai berprofil, vas bunga tinggi bisa meningkatkan suasana dan mempercatik tampilan interior ruangan di dalam rumah kamu.

5. Gunakan Gorden

Gorden merupakan elemen penting yang kerap luput dari perencanaan desain interior rumah klasik modern. Namun, tidak semua gorden bisa kamu pakai untuk melengkapi desain interior klasik modern. Kamu sebaiknya memilih gorden dengan bahan tebal dan meletakkannya dalam posisi yang tinggi.

Semakin tinggi posisi gorden, maka ilusi ruangan yang ditampilkan di dalam ruangan akan lebih megah. Kamu pun sebaiknya menyishkan dana cukup banyak mengingat harga gorden bisa cukup mahal.

Arsitek Rumah Tinggal | Arsitek Bangunan Komersial| Desainer Interior | Arsitek Bangunan Hijau(Green Design Architect)| Arsitek lanskap | Arsitek Urban| Arsitek Kawasan Industri (Industrial Architect) | Kanopi Rumah Minimalis | Desain Rumah Minimalis | Arsitektur Design | Desain Arsitek | Jasa Desain Arsitek | Jasa Arsitek | Jasa Desain Arsitek Rumah | Desainer Arsitektur | Desainer Interior | Jasa Arsitek Desain Rumah Minimalis | Jasa Desain Rumah | Jasa Kontraktor Rumah | Kontraktor Rumah Murah | Sketsa Rumah

7 Tips Memilih Kombinasi Warna Cat Rumah Menurut Psikologi

Ketika orang-orang ingin menaikkan semangatnya mereka mengambil makanan pedas atau secangkir teh hijau, tetapi ada cara yang lebih sederhana lagi untuk meningkatkan mood  yaitu dengan mengubah warna cat rumah. Mudahnya, kamu hanya perlu membuka mata.

Bukankah semua orang inginkan mood yang seimbang setiap harinya?

Warna adalah sebuah alat yang bisa membuat suasana ruangan kamu menjadi terasa lebih ceria, bersemangat, tenang, sejuk dan dramatis. Percaya atau tidak?

Ada sejumlah warna yang memiliki efek psikologis yang memengaruhi kita ketika berada disana. Contohnya cat bagian ruang tamu baiknya berwarna hangat untuk membuat kesan yang nyaman.

Nah, sebelum memasuki 7 tips warna cat rumah yang memiliki dampak secara psikologis, alangkah baiknya kita mengenal arti warna dengan baik.

Kelompok Warna

Warna-warna menurut psikologi umumnya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu warna hangat dan warna dingin.

  • Warna hangat : Oranye, merah, emas dan cokelat.
  • Warna dingin: biru muda, hijau, ungu.

Tipikal warna hangat akan membuat suatu objek terlihat padat dan berat saat terkena cahaya matahari, sementara warna dingin akan terlihat lebih ringan. Namun uniknya warna-warna dingin akan membuat sudut-sudut ruangan terasa tenang dan segar.

Berikut ini adalah beberapa kombinasi warna yang dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu.

1. Warna Putih

Putih dikenal sebagai warna sejuta umat karena tampaknya setiap sudut dunia orang-orang suka menggunakannya. Tapi tahukah kamu makna di balik warna putih?

Putih memiliki kesan bersih, dingin dan mampu membuat ruangan terasa lebih luas. Keunikan warna putih adalah kemampuannya dalam mengurangi rasa perih karena kesan kebebasan dan keterbukaan.

Namun sayangnya, warna putih juga memiliki kekurangan seperti membuat mata lelah. Maka sangat disarankan untuk memberikan sentuhan baru dengan kombinasi warna lainnya.

Jangan biarkan putih terlalu mendominasi ruangan, karena itu akan membuat kesan monoton dan membosankan. Biarkan ia tetap ada namun jangan terlalu mendominasi.

Warna putih cocok untuk bagian depan rumah dengan desain minimalis!

2. Kombinasi Warna-warna Hangat

Kombinasi warna-warna hangat adalah aura dari orang-orang sanguinis yang cenderung riang dan optimis. Menurut psikologi warna, oranye, merah dan kuning kerap kali membangkitkan perasaan optimisme, kebahagiaan dan penuh energi.

Kombinasi warna-warna ini sangat cocok untuk merangsang kemampuan anak dan menghidupkan kembali semangat yang terkubur.

Lebih unik lagi, kombinasi warna-warna ini dapat membangkitkan nafsu makan pada anak-anak maupun orang dewasa mungkin karena itulah McDonalds menggunakan warna merah dan kuning.

Untuk penempatannya kamu bisa mengkombinasikan warna merah dan kuning di ruang makan. Sementara warna oranye baik untuk ditempatkan di ruang kerja, ruang belajar dan dapur.

Disarankan agar kamu tidak menggunakan warna-warna tersebut di kamar atau ruang tamu. Sebenarnya boleh saja, asal tidak terlalu mendominasi, misalnya di ruang tamu kamu bisa menggunakan warna oranye untuk sekedar list satu garis saja untuk menambah kesan energik.

3. Kombinasi Warna Biru-Putih

Kombinasi warna biru-putih adalah aura dari orang-orang koleris yang cerdas, logis, dan beroientasi pada tujuan. Nuansa warna cerah seperti putih dan biru, memberikan kesan yang lebih luas pada ruang sempit.

Menurut psikologi warna, biru dapat membangkitkan perasaan tenang namun warna ini juga memberikan energi yang kuat kepada orang yang berada disana.

Warna biru juga memiliki keunikan sebab diyakini mampu mengatasi insomnia, tekanan darah tinggi dan sakit kepala karena kesan tenang yang dipancarkan-nya.

Sangat cocok untuk di kombinasikan dengan warna putih untuk ruang istirahat.

Selain itu kamu juga bisa langsung mengaduk cat putih dan biru dalam satu wadah sehingga menghasilkan warna biru mudah. Warna biru mudah, cocok untuk bagian langit-langit karena kesan tenang yang diberikan.

Kelebihannya, warna biru juga dapat kamu gunakan di dapur atau kamar mandi. Tetapi di sarankan untuk tidak menggunakan biru pada dinding ruang tamu karena itu akan menghilangkan selera orang untuk berbicara.

4. Warna Hijau

Warna hijau adalah aura dari tipikal orang plegmatis, atau cinta damai. Warna ini sangat identik dengan alam dan memberi suasana santai.

Secara psikologi warna, hijau mampu membantu seseorang yang sedang tertekan menjadi lebih seimbang emosinya dan memudahkan keterbukaan dalam komunikasi.

Dalam hal desain, hijau cocok dikombinasikan dengan coklat gelap untuk mendapatkan nuansa alam. Untuk desain yang lebih terlihat mewah, hijau juga bisa di kombinasikan dengan warna biru muda dan abu-abu.

Warna hijau bukan hanya identik dengan tumbuhan, diketahui makna warna ini juga berkaitan dengan uang. Dengan kata lain, hijau adalah warna kehidupan karena semua makna didalamnya melambangkan kebutuhan dan keselarasan.

Kamu bisa meletakkan warna hijau dan kombinasinya di teras rumah atau ruang tamu untuk membuat suasana berkumpul dirumah lebih sejuk dan terbuka.

5. Warna Hitam

Hitam memberi kesan gelap dan menakutkan namun tetap elegan. Karena itulah elemen warna apapun akan menarik jika di kombinasikan dengan hitam.

Hitam mempunyai makna keanggunan, kemakmuran dan kecanggihan, juga merupakan warna yang independen dan misterius.

Namun untuk cat rumah, warna hitam tidak cocok untuk diletakkan pada dinding. Lebih tepatnya warna hitam akan membuat kesan mewah pada barang-barang dirumah seperti kulkas, meja, kursi, sofa, dan lemari.

Selain itu warna hitam juga cocok dijadikan cat gerbang sebagai maknanya yang memperlihatkan kekuatan, perlindungan, perasaan yang dalam dan harga diri.

Filosofi warna hitam antara lain:

  • Mencerminkan keberanian
  • Pusat perhatian
  • Ketenangan dan dominasi
  • Keteguhan, perasaan yang dalam dan kekuatan hati
  • Lebih alami

6. Warna Ungu

Warna ungu dikaitkan dengan kerajaan karena maknanya yang abadi. Warna ini menyambungkan pikiran dan imajinasi. Disebut juga sebagai kemewahan, keagungan dan kebijaksanaan.

Namun uniknya secara psikologis warna ungu mampu memberikan pemikiran dan penggambaran dalam benak kita tentang sesuatu yang bersifat duniawi.

Untuk desain interior warna ini memberi kesan sempit dan padat, namun jika digunakan sebagai aksen ia mampu mengirimkan sinyal kenyamanan dan keamanan.

Warna ungu cocok untuk dipadukan dengan putih, kuning dan hitam. Kamu bisa meletakkan warna ungu pada salah satu bagian dinding kamar tidur, jangan secara full. Disarankan untuk memadukan warna ungu tua dan putih.

Tetapi ada baiknya jika warna ini digunakan sebagai aksen saja karena kesannya lebih mewah.

7. Warna Cokelat

Warna cokelat adalah satu yang sangat mengandung unsur alami. Secara psikologis warna ini memberi kesan kuat dan mampu diandalkan. Kelebihan lainnya warna ini memberi kesan modern, canggih dan mahal.

Meskipun warna cokelat bukanlah pilihan utama dalam desain interior, tetapi kamu menggunakannya sebagai perpaduan seperti cokelat-putih-hitam atau cokelat-merah marun-putih. Perpaduan ketiga warna tersebut akan menghasilkan desain interior yang berkarakter kuat.

Warna cokelat hangat akan memberi kesan yang hangat pula untuk menyambut tamu. Sementara warna coklat dingin seperti caramel dan capucino akan memberi kesan mendalam dan mewah.

Warna cokelat cocok di letakkan diseluruh ruangan, asalkan tetap dipadukan dengan warna lain.

Kesimpulan

Meskipun warna melambangkan makna suatu objek, tetapi penilaian berdasarkan warna bukanlah pondasi yang kuat secara subjektif. Jadi, pada intinya informasi sudah kamu ketahui ini bukanlah hukum pasti. Warna sama halnya dengan makanan, bergantung pada perasaan dan selera masing-masing.

Tapi ambillah nilai positifnya, sebagai pengetahuan yang menambah referensi kamu dalam kehidupan sehari-hari. Demikian penjelasan tentang tips memilih kombinasi warna cat rumah yang memiliki makna secara psikologis.

Arsitek Rumah Tinggal | Arsitek Bangunan Komersial| Desainer Interior | Arsitek Bangunan Hijau(Green Design Architect)| Arsitek lanskap | Arsitek Urban| Arsitek Kawasan Industri (Industrial Architect) | Kanopi Rumah Minimalis | Desain Rumah Minimalis | Arsitektur Design | Desain Arsitek | Jasa Desain Arsitek | Jasa Arsitek | Jasa Desain Arsitek Rumah | Desainer Arsitektur | Desainer Interior | Jasa Arsitek Desain Rumah Minimalis | Jasa Desain Rumah | Jasa Kontraktor Rumah | Kontraktor Rumah Murah | Sketsa Rumah

Konsep Desain Interior

Apakah anda sudah mengetahui dengan pasti konsep interior seperti apa yang dibutuhkan untuk rumah? Jika jawabannya sudah, maka beberapa hal berikut tidak usah lagi untuk dipikirkan.

Namun, bagaimana jika sebagian dari anda ternyata masih bingung dengan apa yang harus dilakukan saat berupaya mengubah dan menata rumah? Terutama yang berhubungan dengan pilihan gaya interior untuk menjadikan penampilan rumah menjadi lebih baik dari keadaan seperti saat pertama kali anda membelinya?

5 konsep desain interior berikut akan membantu anda menemukan jawaban seperti apa dan bagaimana cara yang tepat mendekorasi setiap ruangan di rumah agar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam dunia desain interior dan juga arsitektur.

Dilansir dari anantawiguna, berikut adalah 5 konsep desain interior yang perlu untuk diketahui:

Konsep Interior Gaya Rustik

Konsep rustic adalah gaya interior yang memberikan penekanan pada alam dan unsur natural. Rustic juga biasa dikenal sebagai konsep interior pedesaan. Ia mengutamakan suasana alam yang diadopsi ke dalam setiap ruang.

Desain interior gaya rustic banyak menggunakan bahan-bahan dan material dari alam seperti kayu, bambu atau bebatuan. Memilih konsep interior ini Anda bisa meminimalkan penggunaan bahan finishing sehingga sangat mengandalkan kualitas material produknya.

Kesulitan memakai konsep interior rustic terletak pada proses pemilihan material yang harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Pemilihan material yang tidak pas dan jelek akan berdampak pada hasil yang tidak maksimal.

Konsep Interior Klasik

Gaya klasik berasal dan terinspirasi dari gaya romawi dan yunani kuno yang mengandalkan pada susunan, keteraturan, keseimbangan dan harmonisasi yang nyaris sempurna. Konsep interior ini biasanya ditandai dengan banyaknya titik focus (focal point) dan juga terdapatnya banyak ukiran-ukiran. Interior klasik memiliki kelebihan pada tampilan yang dihasilkan, elegan dan mewah.

Kekurangan pada konsep interior ini adalah borosnya bahan baku dan pemrosesan yang membutuhkan waktu yang cukup lama.

Konsep Modern Minimalis

Konsep desain interior ini mengutamakan fungsi dan efektivitas sebuah ruangan dan perabotan atau furnitur. Modern minimalis adalah kebalikan dari gaya klasik. Penggunaan konsep ini lebih menenkankan pada terciptanya sebuah ruang dengan penampilan yang minimalis serta fungsional.

Karena fokus pada fungsi dan efektivitas, desain yang dihasilkan mungkin akan terlihat sedikit kaku akibat minimnya ornamen hiasan dan juga unsur dekoratif yang digunakan. Tetapi, salah satu kelebihan dari gaya interior ini terletak pada waktu pemrosesan yang tidak terlalu lama dan material yang digunakan pun tidak terlalu banyak.

Satu-satunya kekurangan pada konsep interior ini adalah anda dituntut untuk memiliki teknik finishing yang mumpuni. Karena jika tidak, hasil akhir akan terlihat tidak presisi dan kasar.

Konsep Futuristik

Konsep Futuristik adalah gaya interior yang didasarkan pada imajinasi dan pemahaman seorang desainer tentang sebuah ruangan dan objek-objek masa depan.

Gaya interior futuristik banyak menggunakan material berbahan logam atau kombinasi dan model yang biasa digunakan dalam sebuah pesawat ulang-alik. Konsep ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan sangat ikonik. Namun bukan tidak memiliki konsekuensi. Ia berdampak pada harga material yang digunakan sangat mahal.

Konsep Interior Eklektik atau Combo

Eklektik dihasilkan dari perpaduan antara dua atau lebih konsep desain interior. Mampu menghasilkan ruangan dengan suasana yang formal, luwes, fleksibel dan tidak kaku.

Gaya eklektik juga memiliki konsekuensi tertentu jika tidak dilakukan dengan hati-hati, yaitu sebuah ruangan yang akan tampak terlihat tumpang tindih akibat penggabungan dua atau lebih gaya desain.

Arsitek Rumah Tinggal | Arsitek Bangunan Komersial| Desainer Interior | Arsitek Bangunan Hijau(Green Design Architect)| Arsitek lanskap | Arsitek Urban| Arsitek Kawasan Industri (Industrial Architect) | Kanopi Rumah Minimalis | Desain Rumah Minimalis | Arsitektur Design | Desain Arsitek | Jasa Desain Arsitek | Jasa Arsitek | Jasa Desain Arsitek Rumah | Desainer Arsitektur | Desainer Interior | Jasa Arsitek Desain Rumah Minimalis | Jasa Desain Rumah | Jasa Kontraktor Rumah | Kontraktor Rumah Murah | Sketsa Rumah

Unsur Dan Elemen Dasar Desain Interior

jeparainterior.com – Memahami unsur dan elemen dasar desain interior akan membantu Anda merencanakan rancangan interior yang fungsional dengan estetika yang terpenuhi. Elemen-elemen dasar desain interior ini biasa digunakan sebagai landasan dasar bagi para desainer maupun pemilik rumah saat merancang bangun ruang.

Hal lainnya, seperti prinsip-prinsip desain, bertindak dan berperilaku layaknya sebagai aturan main untuk memanfaatkan unsur-unsur dan elemen desain tersebut secara efektif.

Ruang, garis, bentuk, warna dan tekstur, semua bekerja sama dan harus dipikirkan dengan baik untuk mencapai satu penampilan ruang yang sempurna. Relasi di antara berbagai unsur dan elemen dasar desain tersebut juga menjadi faktor penentu seberapa baik sebuah gagasan dan konsep interior.

1. Ruang

Adalah area yang disediakan untuk tujuan tertentu. Dalam desain interior, ruang bersifat tiga dimensi: memiliki panjang, lebar dan tinggi. Ukuran ruang dapat berkontribusi pada perasaan positif atau bahkan juga negatif.

Ruang terbuka yang besar bisa memberi perasaan yang lapang dan rileks, atau juga sebaliknya, bisa menyebabkan ruangan terasa tidak enak dan dingin. Sebagai perbandingan, sebuah ruangan kecil juga bisa terasa sangat nyaman atau mungkin tampak ramai dan memberi kesan perasaan sibuk dan kacau. Simpulannya: desain interior bukanlah soal ukuran, melainkan bagaimana mengembalikan fungsi, estetika serta aspek psikologis.

2. Garis

Garis adalah elemen dasar desain yang mengacu pada gerakan terus menerus dari suatu titik sepanjang permukaan. Setiap baris membangkitkan respons emosional dan menyampaikan perasaan yang berbeda. Beberapa poin tentang efek garis dalam desain dan tata letak ruangan adalah sebagai berikut:

  • Garis vertikal mengirimkan perasaan bermartabat dan formal dan menyebabkan mata bergerak ke atas, menambah ketinggian visual.
  • Garis horisontal tenang dan paling stabil dari semua bentuk garis. Mata bergerak dari sisi ke sisi sepanjang garis horizontal, memperluas area atau objek yang dilihat.
  • Melengkung besar dengan gelombang panjang yang santai dan lembut.
  • Garis melengkung kecil dengan gelombang yang sangat pendek menunjukkan kegembiraan dan energi.
  • Garis diagonal menyampaikan perasaan drama dan bisa menambah ketegangan pada sebuah ruangan.

3. Bentuk

Semua hal tentu memiliki bentuk, atau bentuk fisik. Bentuknya bisa diukur dari atas ke bawah (tinggi), sisi ke sisi (lebar) dan belakang ke depan (kedalaman). Terdapat dua jenis bentuk: buatan manusia dan organik.

Dalam hubungan dengan lingkungan sekitar mereka, bentuk bisa membosankan atau bahkan menarik. Penting menggunakannya secara kreatif untuk memastikan bentuk-bentuk agar dapat melengkapi suasana dan desain sebuah ruang.

  • Bentuk buatan manusia sering geometris dan lebih simetris
  • Bentuk organik ditemukan secara alami dan lebih asimetris

4. Warna

Warna, terlihat pada permukaan benda atau sumber cahaya berwarna, menarik langsung emosi dan menentukan mood dalam sebuah ruang.

“Hue” adalah nama teknis yang diberikan pada warna seperti yang tercermin. Warna netral dan kurang visual invasif menenangkan dan nyaman. Sedangkan warna cerah dan berani membuat ruangan menjadi menarik atau juga bisa menimbulkan kegelisahan.

Warna, yang digunakan untuk membangun suasana hati, menarik perhatian ke focal point atau menyamarkan fitur yang tidak menguntungkan bisa menjadi elemen yang kuat dalam desain interior. Hitam, putih, dan warna abu-abu sama efektifnya dengan desain yang bagus seperti nuansa merah, biru, ataupun hijau.

5. Tekstur

Ada dua jenis tekstur: taktil dan tersirat.

Tekstur taktil adalah apa yang dirasakan saat benda disentuh secara fisik. Tekstur tersirat adalah kualitas visual suatu objek yang ditafsirkan oleh mata seseorang dan bukan sentuhan.

Seperti semua elemen desain lainnya, tekstur juga bisa memicu respons emosional. Misalnya kasar. Tekstur kursus menunjukkan kualitas yang kokoh. Selain itu, tekstur halus menunjukkan formalitas dan keanggunan. Semuanya memiliki tekstur dan penggunaannya bisa menambahkan desain ruangan yang memancarkan karkater dan kepribadian, dengan variasi desain apapun.

Memiliki pemahaman tentang unsur dan elemen dasar desain interior bisa sangat membantu Anda saat merancang rumah impian. Bagaimana berbagai unsur dan elemen tersebut saling berinteraksi satu sama lain dan menghasilkan visualisasi yang sempurna. Ini merupakan langkah tepat menuju tampilan ruang yang sesuai dengan karakter dan kepribadian Anda.

Arsitek Rumah Tinggal | Arsitek Bangunan Komersial| Desainer Interior | Arsitek Bangunan Hijau(Green Design Architect)| Arsitek lanskap | Arsitek Urban| Arsitek Kawasan Industri (Industrial Architect) | Kanopi Rumah Minimalis | Desain Rumah Minimalis | Arsitektur Design | Desain Arsitek | Jasa Desain Arsitek | Jasa Arsitek | Jasa Desain Arsitek Rumah | Desainer Arsitektur | Desainer Interior | Jasa Arsitek Desain Rumah Minimalis | Jasa Desain Rumah | Jasa Kontraktor Rumah | Kontraktor Rumah Murah | Sketsa Rumah